Hiperbilirubinemia Pada Bayi

hiperbilirubinemia pada bayi

Hiperbilirubinemia Pada Bayi atau “bayi kuning” biasanya terjadi pada 3-4 hari pertama sejak bayi lahir. Kondisi tubuh yang lemah dan fungsi organ tubuh yang masih belum sempurna menjadikannya mudah terkena penyakit. Penyakit hiperbilirubinemia pada bayi dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi baru lahir cukup bulan, dan lebih tinggi pada bayi prematur. Jika warna kekuningan pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang paling lama setelah 10 hingga 14 hari merupakan hal yang wajar, hal ini disebabkan belum sempurnanya fungsi hati dalam memproses sel darah merah.

Hiperbilirubinemia pada bayi terjadi karena meningkatnya kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah dan menyebabkan munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir.

Jika kadar bilirubin dalam darah semakin meningkat, inilah saatnya hiperbilirubinemia pada bayi menjadi berbahaya karena masuk dan merusak sel-sel otak bayi. Mengontrol tingkat bilirubin bayi dapat mencegah hal tersebut terjadi.
Gejala hiperbilirubinemia pada bayi dapat diketahui dengan menekan kulit bayi perlahan pada bagian dada dan akan terlihat perbedaan warna, selain kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kuning, urinenya pun berwarna kuning pekat. Jika warna kekuningan pada bayi muncul sebelum umur 36 jam, dan warna kuningnya cepat menyebar sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Cara paling mudah untuk mengatasi hiperbilirubinemia pada bayi dengan memberikan ASI sesering mungkin agar cepat terjadi pergantian cairan dalam tubuh bayi, serta  menjemur  bayi pada jam 7 sampai 9 pagi. Bila hiperbilirubinemia pada bayi memiliki kadar bilirubin cukup tinggi harus dilakukan foto terapi dimana bayi diberi sinar biru yang diarahkan ke kulit sehingga terjadi proses kimia pada molekul bilirubin di dalam jaringan bawah kulit, sehingga bilirubin dapat segera dibuang tanpa perlu metabolisme terlebih dahulu oleh hati.

Dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan otak bayi, maka kemungkinan dilakukan transfusi tukar harus dipenuhi jika Hiperbilirubinemia Pada Bayi mencapai kadar bilirubin yang sangat tinggi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy this password:

* Type or paste password here:

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Partly powered by CleverPlugins.com
You might also likeclose